Teologi Arwah Orang Mati Berdasarkan Kitab LUKAS 16:19-31
Main Article Content
Abstract
Artikel ini membahas teologi arwah orang mati berdasarkan Lukas 16:19-31, sebuah perumpamaan yang mengisahkan orang kaya dan Lazarus. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implikasi teologis dari kondisi arwah setelah kematian menurut teks tersebut, khususnya terkait penghakiman akhirat, pemisahan definitif antara yang benar dan yang jahat, serta pesan moral bagi kehidupan di dunia. Melalui pendekatan hermeneutik dan analisis naratif, ditemukan bahwa perumpamaan ini menggarisbawahi pentingnya respons manusia terhadap Firman Tuhan selama hidup di dunia. Teks ini juga menegaskan konsep dualisme pascakematian, di mana kondisi arwah ditentukan oleh perbuatan selama hidup. Dengan demikian, Lukas 16:19-31 memberikan perspektif eskatologis yang mendalam mengenai keadilan ilahi, tanggung jawab moral, dan urgensi pertobatan.