MANUSIA SEBAGAI MANDATARIS ALLAH (Perspektif Kejadian 1:26-28)
Main Article Content
Abstract
Allah menciptakan manusia segambar dengan diriNya, yang artinya Allah mewariskan sifat-sifat
yang dimilikiNya ada di dalam diri manusia. Sehingga Allah memberikan mandat kepada manusia
untuk melanjutkan dan melestarikan segala karya ciptaanNya. Dengan tujuan agar manusia itu
dapat menjadi teman sekerja Allah. Namun bertolak belakang dengan apa yang dikatakan dengan
segambar dengan Allah. Sebab manusia itu hidup dengan keegoisan dan hawa nafsu semata
misalnya terkait dengan: a. Ambisi dan obsesi, b. pendidikan dan .manipulasi,c. eksplorasi dan
eksploitasi. Maka dalam tulisan ini akan dibahas ketiga poin diatas dari perspektif Kejadian 1:26-
28.
Downloads
Download data is not yet available.
Article Details
How to Cite
Bethsaida, S. I., & Sinaga, L. M. (2020). MANUSIA SEBAGAI MANDATARIS ALLAH: (Perspektif Kejadian 1:26-28). Injilibethsaida, 2(1). Retrieved from https://e-journal.sttinjilibethsaida.ac.id/index.php/injilibethsaida/article/view/23
Section
Articles